Saturday, July 11, 2015

LAKI-LAKI DIHARAMKAN MENGGUNAKAN EMAS & SUTERA

Sering kita lihat dikehidapan sekitar kita, yang semaraknya demam batu akik. terlebih untuk kaum Adam. dan tidak sdikit diantara mereka yang membuat cincin itu batu akik sendiri dari emas. dan disaat pelaminanpun ada prosesi tukar cincin emas. kedua mempelai tersebut. apakah dari mereka menegerti akan keharaman dari Emas tersebut? yukss bahas..
Mengenakan perhiasan emas dan sutra bagi kaum perempuan sesungguhnya dihalalkan oleh agama. Namun bagaimana hukumnya bila kaum lelaki mengenakan perhiasan emas dan berbaju dengan bahan sutra? Berikut ini adalah fatwa dari Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه اللة tentang hukum mengenakan perhiasan emas dan pakaian berbahan sutra bagi kaum laki-laki.
Masalah: Diharamkan memakai emas dan sutra bagi laki-laki
Pendapat Syaikh al-Albani: Dari Abu Umamah al-Bahiliy رضي الله عنه, bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah memakai sutra dan emas.” Ketahuilah, bahwa dalam hadits ini mengandung dalil yang jelas tentang diharamkannya sutra dan emas secara umum baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi ada beberapa hadits yang menunjukkan, bahwa kaum perempuan dikecualikan atas pengharaman ini, seperti hadits yang sudah masyhur: “Keduanya (sutra dan emas) diharamkan bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi perempuannya.” [ash-Shahihah 1/597]
Masalah : Mengapa laki-laki diharamkan pakai sutra?
Pendapat Syaikh al-Albani: Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :”(Sutra) adalah pakaian penduduk surga.”
Zhahir hadits ini menerangkan sebab diharamkannya sutra yaitu: sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah mengharamkan sutra khusus bagi kaum laki-laki, karena sutra adalah pakaian mereka kelak di surga, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى : “Dan pakaian mereka adalah sutra.” Barang siapa tergesa-gesa menikmatinya tanpa peduli dan tidak bertaubat, maka akan dibalas dengan diharamkannya sutra tersebut di akhirat. Ini merupakan balasan yang setimpal. [ash-Shahihah 1/667]
Masalah : Apa yang dimaksud sutra yang dilarang itu?
Pendapat Syaikh al-Albani: Ketahuilah, bahwa sutra yang diharamkan adalah sutra dari hewan yang sudah di kenal di negara Syam sebagai sutra al-Bulda. Adapun sutra tumbuh-tumbuhan yang terbuat dari serat-serat sebagian tanaman, bukanlah termasuk yang diharamkan. [ash-Shahihah l/668]
Masalah : Diharamkan cincin emas bagi laki-laki
Pendapat Syaikh al-Albani: Dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه bahwa Nabi صلي الله عليه وسلم pernah membuat cincin dan memakainya. Kemudian Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda : “Mulai hari ini cincin ini telah menyibukkanku dari kalian, saya mengurusi cincin dan mengurusi kalian.” Kemudian Nabi صلي الله عليه وسلم melemparnya: yaitu cincin. Dalam hadits ini mengandung isyarat diharamkannya cincin emas bagi laki-laki. [ash-Shahihah III/190]
Masalah : Emas dan sutra adalah haram bagi laki-laki kecuali karena suatu keperluan
Pendapat Syaikh al-Albani: Emas dan sutra adalah haram bagi laki-laki kecuali karena suatu keperluan, berdasarkan hadits ‘Urfujah bin Sa’d yang memakai emas untuk mengobati sakit hidungnya karena diperintahkan Nabi صلي الله عليه وسلم. Juga hadits Abdurahman bin Auf yang memakai pakaian dari sutra sebagai keringanan Nabi صلي الله عليه وسلم kepadanya. [ash-Shahihah IV/481]
Masalah: Apa hukum laki -laki yang duduk di atas sutra?
Pendapat Syaikh al-Albani: Yang benar adalah diharamkan duduk di atas kain sutra sebagaimana diharamkan memakainya, berdasarkan hadits al-Bukhari dari Hudzaifah, ia berkata: ‘Rasulullah صلي الله عليه وسلم melarang kami minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan perak, atau makan dengan keduanya, serta memakai kain sutra dan duduk di atasnya.’ [adh-Dhaifah 11/29]

Alasan Ilmiah dari diharamkannya benda tersebut adalah.... *jreng jreng*
Dalam Islam, laki-laki haram pakai emas. Namun sangat disayangkan budaya kita umat Islam telah meniru-niru budaya barat dimana laki-laki mengenakan cincin emas saat prosesi tukar cincin atau sebagai mas kawin pada saat acara pernikahan. Jika mengacu pada hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dapat disimpulkan bahwa dalam Islam laki-laki diharamkan pakai emas sedangkan bagi perempuan tidak. Mengapa?
Atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit melalui pori-pori dan masuk ke dalam darah manusia. Jika seorang pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan: di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas).
Jika itu terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Al zheimer. Sebab, jika tidak dibuang, maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit Al zheimer.
Alzheimer adalah suatu penyakit dimana penderitanya kehilangan semua kemampuan mental dan fisik, menyebabkannya kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi penuaan paksaan atau terpaksa. Di antara mereka yang terkena penyakit Alzheimer adalah Charles Bronson, Ralph Waldo Emerson dan Sugar Ray Robinson.
Lalu, mengapa Islam memperbolehkan wanita untuk mengenakan emas?
Jawabannya adalah, “Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.”  Itulah sebabnya Islam mengharamkan pria mengenakan perhiasan emas dan membolehkan wanita memakainya.
Emas-cincin-2-jpeg.image
Tukar Cincin Emas saat prosesi pernikahan: bukan budaya Islam
Penyakit yang disebabkan oleh kandungan emas ini, tidak ditemukan pada perempuan. Penelitian tentang penyakit ini menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang perempuan/wanita, terdapat suatu lemak unik, lemak yang berbeda yang tidak dimiliki seorang laki-laki dimana lemak ini akan mencegah unsur senyawa atom emas (Au) untuk masuk ke dalam tubuh, sehingga saat atom ini masuk, hanya mampu menembus kulit, namun tidak bisa menembus lemak yang menghalangi jalan menuju daging dan darah.
Penelitian lain menyebutkan bahwa di dalam tubuh seorang wanita, zat emas bisa masuk ke dalam tubuh dan mengalir bersama darah, namun zat ini tidak akan berbahaya karena akan dibuang bersama darah saat haid/menstruasi. Jadi Nabi membolehkan seorang istri/wanita mengenakan cincin/perhiasan dari emas, namun sangat dilarang bagi suami/laki-laki.
Alasan Islam melarang pria memakai emas, telah disampaikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. (HR Bukhari & Muslim).
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki),” (HR Bukhari No 5863 & Muslim No. 2089).
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bertemu seorang lelaki yang memakai cincin emas di tangannya. Beliau mencabut cincin tersebut lalu melemparnya, kemudian bersabda,
« يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِى يَدِهِ » (“Seseorang dari kalian telah sengaja mengambil bara api neraka dengan meletakkan (cincin emas semacam itu) di tangannya”).

Lalu, setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada yang mengatakan kepada lelaki tadi, “Ambillah dan manfaatkanlah cincin tersebut.” Ia berkata, “Tidak, demi Allah. Saya tak akan mengambil cincin itu lagi selamanya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya,” (HR Muslim No. 2090, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas).
emas-jam tangan emas-jpeg.image
Jam Tangan Emas; bukan untuk pria
Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits ini berkata, “Seandainya si pemilik emas tadi mengambil emas itu lagi, tidaklah haram baginya. Ia boleh memanfaatkannya untuk dijual dan tindakan yang lain. Akan tetapi, ia bersikap waro’ (hati-hati) untuk mengambilnya, padahal ia bisa saja menyedekahkan emas tadi kepada yang membutuhkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melarang seluruh pemanfaatan emas. Yang beliau larang adalah emas tersebut dikenakan. Namun untuk pemanfaatan lainnya, dibolehkan,” (Syarh Shahih Muslim, 14: 56).
Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam Syarh Shahih Muslim (14: 32), “Emas itu haram bagi laki-laki berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” Dalam kitab yang sama (14: 65), Imam Nawawi juga berkata, “Para ulama kaum Muslimin sepakat bahwa cincin emas halal bagi wanita. Sebaliknya mereka juga sepakat bahwa cincin emas haram bagi pria.”


Monday, July 6, 2015

Adab berteman

Asslamu'alaikum.....

Cuss... mari kita bahas tentang teman, yang sehar-hari kita butuhkan...
....
....
"Sebagai seorang mukmin yang saling bersaudara, maka jagalah tali persaudaraan itu"--Whella_ND
Terkadang kita menyepelekan yang namanya "tali pertemanan".
bahkan ada yang berteman lebih dari sewajarnya dan menimbulkan dosa.
maka... bertemanlah sewajarnya, dan berteman untuk mencari Ridho-Nya =D
karena Allah SWT tidak suka yang berlebih-lebihan, Allah berfirman:
".....Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" [Al-A'raf 7:31]

Dan ada beberapa Adab berteman yang aku kutip dari berbagai sumber *enggak ngarang sendiri loh yaa.., kalo karanganku nanti takutnya salah kaprah, saya kan asal :v* Berikut : 
  1. jika kalian bertiga atau lebih jangan berbisik bisik hanya kesatu teman,, soalnya temen yang lain pasti penasaran, dan buruknya kalo yang ga dibisikin ini berburuk sangka ke kita.
  2. jika kalian bertiga atau lebih jangan saling duduk berdekatan hanya kesatu teman, ntar takutnya dibilang : atau teman yang lain merasa tidak disenangi.
  3. jangan terlalu memamerkan kelebihan kita, takutnya temen kita ada yang minder. terutama pamer materi.
  4. seringlah menyapa teman kita walopun cuma lewat FB,twitter,dll. sehingga kita tidak dipandang sombong oleh mereka dan jangan sampai mereka menganggap kita cuma ada kalo lagi butuh.
  5. tolong tepati janjimu jika kamu telah berjanji kepada temanmu, walau sekecil apapun janji itu.kita tau kan gmn sakitnya kalo kecewa? jangan sampe teman kita kecewa..
  6. jangan terlalu mempermalukan teman kita atau terlalu menertawakannya,, coba kita bayangkan apa yang kita rasakan jika kita ditertawakan oleh orang banyak karena sebuah aib.
  7. sahabat yang baik adalah seorang yang akan membelamu ketika kamu ditertawakan oleh orang lain. pada saat ini seseorang bener bener butuh teman,, jadi kita harus membela teman kita. dengan itu temen kita bakal bersemangat lagi
  8. sahabat yang baik adalah seorang yang tanpa perduli batas waktu dan ruang akan selalu menjadi teman sejati bagimu. intinya jangan deket pas lagi butuh aja. jangan sampe temen kita ngrasa kalo dia cuma orang yang dibutuhkan sesaat
  9. Sahabat yang baik adalah seorang yang bisa mendengar suaramu, bahkan ketika orang lain tidak bisa mendengarnya. ini memang susah tapi kita harus bisa , coba pahami perasaan teman kita, senang atau sedih kita harus tetap bersama
  10. tutupi aib teman kita, jangan kita publikasikan ke orang orang. ga kebayang perasaan temen kita kalo aibnya di bongkar. tunjukan bahwa kita bisa dipercaya. 
  11. tolong terima segala kekurangan teman kita, terima segala perbedaan teman kita (suku, agama , ras dll) sudah tidak pantas kita memilih milih teman.
  12. coba hargai pendapat teman kita, jangan menyepelekan teman kita, mungkin dia memiliki pendapat yang lebih baik dari kita.
Rasullullah bersabda:

من احب ان يـبسط له فى رزقه وينسأ له فى اثره فليصل رحمه (متفقن عليه)

Artinya: Siapa yang ingin dimudahkan rezkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia memperbanyak melakukan silaturrahmi.

Dalam menjaga dan melestarikan persahabatan, Islam memberikan beberapa petunjuk, antara lain:

1. Saling menghormati dan menghargai
Suasana antara kita harus bersifat saling menghormati dan menghargai, tidak boleh saling menyombongkan diri dan mencari-cari kelemahan teman dan sahabat. Penghormatan dan penghargaan itu didasarkan pada keikhlasan semata-mata karena Allah Swt. Antara pribadi yang satu dengan yang lainnya harus sama-sama menyadari bahwa memelihara suasana demikian merupakan ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt.

"ارحموا من فى الارض يرحمكم من فى السماء = Sayangilah yang di bumi, maka yang di langit akan menyayangimu.

2. Saling mempercayai dan berbaik sangka

Suasana saling mempercayai, tidak saling mencurigai dan selalu berbaik sangka antara sesama merupakan persoalan asasi untuk memastikan kebaikan dalam kebersamaan. Suasana ini tentu akan melahirkan iklim kerjasama yang baik dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Sebagaimana Allah Swt. berfirman:

يأيها الذين امنوا إجـتـنبوا كثيرا من الظن ان بعض الظن اثم (الحجرات : 12)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.

3. Saling menasehati

Kita adalah manusia yang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Sesama kita wajib saling menasehati tentang kebenaran (dengan cara yang benar dan waktu yang tepat) dan saling menasehati tentang kesabaran. Bila tidak demikian tentu manusia akan terjerumus ke dalam kesesatan (kerugian). Firman Allah Swt.:

وتواصو بالحق وتواصو بالصبر

Artinya: Dan hendaklah kamu saling menasehati tentang kebenaran dan saling menasehati tentang kesabaran.

Sebuah hadits yang sangat populer menjelaskan bahwa “agama itu adalah nasehat”. Sehubungan dengan itu kita perlu memelihara dan menjaga adab memberi nasehat, ketepatan memilih suasana dan waktu serta cara yang baik dalam memberi nasehat. 

Panduan dalam memberi nasehat dapat dikemukakan sebagai berikut:

a. Berikanlah nasehat dalam bentuk yang paling baik dan terimalah nasehat dengan hati yang terbuka (lapang).

b. Barang siapa yang menasehati saudaranya secara diam-diam, berarti dia telah memperbaiki sekaligus menghormatinya. Barang siapa yang memberi nasehat dengan terang-terangan di hadapan orang banyak, maka berarti dia telah menghinanya.

4. Saling mencintai


Cinta karena Allah merupakan dasar utama dari persaudaraan. Cinta harus diwujudkan di dalam setiap pribadi karena ia merupakan persoalan mendasar dalam bangunan persaudaraan. Rasa cinta dan kasih sayang antar sesama harus selalu dikembangkan dengan cara: Membudayakan salam, Perkataan dan tutur kata yang lemah-lembut, Membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, Mudah senyum dan ramah, Saling mengunjungi, Saling memaafkan

bersumber dari...... https://menujumu.wordpress.com/2013/03/18/allah-menyukai-orang-yang-tidak-berlebihan/, Al-Quran



Wassalamu'alaikum...

Sunday, July 5, 2015

Amalan Di Bulan Ramadhan

Sekarang berada  di pertengahan Bulan Suci Ramdhan 1436H ini, aku mau ngpost tentang "Amalan Di Bulan Ramadhan" yang dicontohkan oleh Nabi besar kita Muhammad SAW

So pasti di bulan ini kita melakukan puasa sebulan penuh, Yang sesuai dalilnya :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

berikut ini amalan sesuai sunnah Rasul :
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rosulullah SAW bersabda :
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ – رواه الشيخان
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2. Melaksanakan Makan Sahur
تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُرِ بَرَكَةٌ – الشيخان –
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
Ayat Al-Qur’an diturunkan pertamakali pada bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain.
Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.
Buatlah target untuk diri anda sendiri. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka misalnya di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Hal ini bisa juga dijadikan program unggulan bersama keluarga.
4. Memberikan Makanan Berbuka Puasa (Ith’amu ath-tha’am)
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ – صحيح النسائى و الترمذى
“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)
Amal ibadah mulia ini dapat Anda manfaatkan bersama tetangga atau anak-anak yatim yang bermukim disekitar rumah Anda. Memberikan makanan ini hanya satu contoh yang dapat kita terapkan dalam hal berbagi rezki kepada sesama umat. Hal ini juga perlu dibiasakan, agar setelah selesai bulan Ramadhan, hal ini tidak punah begitu saja.
5. Berdakwah
Jangan sia-siakan momen Ramadhan kali ini. Sepanjang bulan Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah karena pastinya suasana Ramadhan sudah sangat terasa dimana-mana dan tiap orang siap menerima nasihat.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (TQS. Al-Imran[3] : 104)
Namun pastikan jika Anda memberi nasihat haruslah ada dalilnya. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.”
6. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Dan yang paling penting diingat ialah shalat tarawain dapat dilakukan dirumah sekalipun.
Rasulullah saw pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah. 
7. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
ayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”
8. Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.
9. Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya berlipat-lipat. Rasulullah SAW. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Bertaubat
Selama bulan Ramadhan, Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi seluruh hambanya. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.
11. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Untuk wanita yang sedang haid tentu tidak bisa melakukan beberapa amalan tersebut, dan ini ada beberapa amalan penggantinya... jreng.. jreng...

1.Tetap bangun di dini hari, layaknya orang sahur seperti biasa.
Jangan salah lho, membantu anggota keluarga dalam mempersiapkan makan sahur, adalah sebuah amal kebaikan. Disamping itu, kita juga bisa tetap panjatkan doa di waktu-waktu makbul, termasuk saat sahur (sebab masih masuk 1/3 malam). Meskipun tidak shaum, tidak ada salahnya bila kita turut makan sahur, anggap saja sarapan di awal waktu.
Rasulullah Saw. bersabda, “Makan sahurlah kalian. Sesungguhnya pada makan sahur tersebut terdapat keberkahan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2.Senantiasa menjawab adzan dan memanjatkan doa di waktu antara usai adzan dan sebelum iqomah.
“Tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (H.R. Abu Dawaud, At-Tirmidzi)
3.Perbanyak sedekah
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (H.R. Tirmidzi)
4.Perbanyak dzikir dan wirid (termasuk bershalawat)
Ada dari kita yang meyakini bahwa membaca Al-Quran saat haid adalah diperbolehkan. Jadi, bagi yang mengambil keyakinan ini, tetaplah bertilawah. Bila yang meyakini pendapat lain (tidak memperbolehkan tilawah saat haid), maka kita lakukan saja murajaah, membaca terjemah, atau mendengarkan murotal. Tetap berdzikir al-matsurat, tetap memanjatkan doa, membaca tasbih-tahmid-takbir, bershalawat serta memperbanyak istighfar.
5.Membaca buku-buku bermanfaat, mendatangi taklim, majelis ilmu atau sekadar mendengarkan ceramah dari berbagai media.
6.Memberi makan orang yang berbuka puasa.  
Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka orang lain akan mendapatkan pahala seperti apa yang didapatkan oleh orang yang diberi makanan tersebut, tidak berkurang dari pahalanya sedikit pun.” (H.R. Tirmidzi)
7.Tetap melatih kebersihan hati, dan menjaga ahlak baik.
Rasulullah Saw. bersabda, “Bertakwalah di manapun kalian berada dan berbuatlah kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan; perlakukanlah orang-orang dengan ahlak baik.” (H.R Ahmad)
8.Tetap saling menasihati dalam kebaikan, misalnya saling berbagi tausyiah. (Q.S Al-Ashr: 3)
Dan itulah seklas ilmu yang dapat saya bagi... semoga bermanfaat :)