Saturday, March 26, 2016

APA SIH MAUMU?

Apa sih maumu?

Assalamu'alaikum:D kembali lagi... 

yuk nyanyi..!
(the sister)
Apa sih maumu kerjaanmu mengangguDitelpon sms kerjaanmu merayuHaiyaiyaiya Hiya 2x 
Atau yang ini? 
(Ungu)Apa apa apa sih maumuKekasihku kau minta ini ituApa apa apa sih maumuKekasihku kau menuntut aku
yah.. sebenarnya ini bukan tentang lirik lagu diatas. tapi tentang sesuatu yang menyenyuatukan sesuatuku sehingga dia bisa memeliki sesuatuku itu. hahahahh! :D
secuil ungkapan kecamuk amarah. Yahh.. kali ini kesabaranku diuji dan aku gagal :(Godaanya berat banget!. tentang Hak Cipta yang bernah aku ulas DISINI----> Yups! godaanya itu. bukan godaanku sih, tapi godaan Yang sono.
Dan bagaimana jika kalian seorang remaja, yang tengah mencari jati diri. dan dibuntuti.. OH NO!plagiat? fans? *arep mbek apakne aku? kok ditutne ae, arep nyantet! wes mbek santet to?! lha iki buktine saiki. koreksi awak ya!* (red: mau kamu apakan aku? kok dibuntuti aja, mau nyantet! sudah kamu santet kan? ini buktinya sekarang. koreksi diri ya!)
Terus apa yang harus aku lakukan menghadapi mahkluk tuhan yang paling sexy telah menyadari kesalahannya bukannya justru memperbaiki, tapi memperparah. Ya Allah..Menegurnya? Sudah! Menasehatinya? Sudah!Apalagi??? pasti ada yang kurang, tapi aku belum tahu. 
semoga Allah memberiku jalan. Aamiin

wa'alaikumsalam :D

Friday, March 25, 2016

Repost: Girls of Riyadh

Full of repost.. :)

Menyibak Tirai Tradisi Arab


Rajaa Al Sanea, Penulis the Girls of Riyadh
Tidak banyak informasi yang kita ketahui tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Arab Saudi. Bagi yang sudah pernah naik haji atau umroh, mungkin pernah merasakannya, tetapi mungkin hanya permukaannya saja.
Lagipula, haji kan cuma di Mekkah dan Medinah yang nota bene kota yang lebih “terjaga”. Ya, sedikit mampir di Jeddah, tempat bandara King Abdul Aziz. Kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan di kota lain yang lebih kosmopolit seperti Riyadh.
Buku Girls of Riyadh yang ditulis oleh Raja Al Sanea dapat memberikan “sedikit” pencerahan bagi kita tentang budaya Arab dan kehidupan masyarakatnya. Di buku ini kita akan mendapati beberapa fakta yang mengejutkan.
Buku ini menceritakan kisah empat orang gadis Arab Saudi yang mempunyai problema hidupnya masing-masing. Shedim, Qamrah, Lumeis dan Michelle merupakan representasi gadis Arab yang hidup di tengah budaya yang “meminggirkan” peran perempuan.
Kisah mengenai empat gadis Arab ini mulanya diceritakan lewat milis. Email muncul setiap hari Jumat dan selalu ditunggu-tunggu oleh pembacanya. Secara total ada 50 postingan yang terdapat dalam buku ini. Pro dan kontra menyertai setiap postingan. Saat diterbitkan, buku ini juga dilarang oleh otoritas Arab Saudi karena dianggap membeberkan borok sendiri.
Hubungan laki-laki dan perempuan sangat dibatasi oleh rezim yang berkuasa. Bahkan dikisahkan bagaimana sepasang remaja yang sedang bercengkerama di sebuah restoran umum, ditangkap oleh polisi syariah.
Posisi perempuan Arab Saudi dalam sebuah institusi perkawinan sangat lemah. Sebaliknya, laki-laki Arab Saudi juga dikisahkan merupakan anak mami yang tidak berani menentukan pilihannya sendiri.
Kehidupan remaja Arab sebenarnya sama saja dengan remaja lain di seluruh dunia. Mereka juga mengenal Valentine’s Day, tetapi tidak bisa merayakannya karena dilarang keras oleh otoritas Saudi.
Gadis Arab juga senang membaca ramalan bintang, sesuatu yang dipandang musyrik oleh kebanyakan orang Islam. Di sini penulisnya mencoba menetralisirnya melalui cerita seorang tokoh utama. Menurutnya, zodiak hanya upaya untuk memprediksi. Yang baik diambil, yang jelek ditinggalkan.
Dalam hal minuman keras, pemerintah Arab Saudi sangat keras. Tetapi ada saja orang tertentu yang bisa memilikinya bahkan mempunyai koleksi yang cukup lengkap dan mereka mahir meracik minuman tersebut. Mereka menyajikannya untuk sahabat khusus mereka, terutama yang pernah keluar negeri.
Menarik juga mengetahui fakta bahwa wanita Arab akan membuka abaya mereka sebelum pesawat mendarat di bandara luar negeri. Akibatnya, antrian di toilet pesawat cukup panjang. Setelah keluar dari toilet mereka menjelma menjadi sosok lain yang lebih “terbuka”.
Diceritakan juga bagaimana seorang gadis dengan begitu lugunya menyerahkan miliknya kepada tunangananya hanya untuk membujuk calon suaminya agar menunda pernikahan sampai selesai ujian kuliah. Dia menganggap proses tunangan sama dengan menikah. Ternyata kejadian seperti ini bukan terjadi di Indonesia saja.
Melihat isinya, sebenarnya buku ini layak diberi judul Riyadh Undercover. Namun barangkali penerbit Ufuk tidak berani melenceng terlalu jauh dari judul Inggris (Girls of Riyadh) dan judul Arabnya (Banat ar Riyadh). Yang pasti penerbit juga takut bukunya dipersepsikan sama dengan Jakarta Undercover yang mengulas kehidupan asyik-masyuk di Jakarta dan sekitarnya.

Thursday, March 17, 2016

Cara Rias Rambut

Assalamu'alaikum...
saya kembali dengan temuan sebuah artikel yang menarik bagi saya...

yaitu cara merias dan menyisir rambut.

Whella : wihh.... ada juga ya aturannya ??
Aku : yadalah.. kudet banget seh loo!
Whella : kan sekarang nggak kudet lagi! :P
Aku : yah.. terserah lu! (baca:karepmu wes). 
Whella : memang benar! Islam itu mengatur segalanya yaa.. 
Lengkap ngett--
Aku : yaemang! baru tahu lagi?!

dan, abaikuan monolog saya diatas.. hiburan lahhh.. :D

LANGSUNG SAJA....
.
.
.
.
.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aali Syaikh –hafizhahullāh– pernah ditanya sebagai berikut:
Bagaimana cara kaum lelaki dan wanita menyisir dan menata rambut mereka? Apakah ada diriwaatkan dari hadis-hadis Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan secara khusus bagaimana cara menyisir rambut, atau yang menunjukkan larangan terhadap sebagian cara menyisir rambut? [1]
Beliau menjawab:
Adapun untuk kaum wanita, Imam Al-Bukhari mengungkapkan, Bab: Membagi Rambut Wanita Menjadi Tiga Kepangan. Kemudian beliau menyitir satu riwayat dengan sanadnya sendiri dari Ummu Athiyyah –radhiyallāhu ‘anhā– menceritakan bahwa, “Dahulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengepang rambut putrinya menjadi tiga buntut.” Waki’ menyatakan: “Sufyan menjelaskan: ‘Bagian depan rambutnya, dan dua bagian sampingnya.” Demikian disebutkan oleh Imam Al-Bukhari.
Mengepang rambut itu sendiri dilakukan atas perintah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallamseperti yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur dalam Sunan-nya dengan sanadnya sendiri dari Ummu Athiyyah bahwa ia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan kami: “Mandikanlah putriku itu dan jadikanlah rambutnya berkepang-kepang…
Ibnu Hibban juga mengeluarkan satu riwayat dalam Shahih-nya juga dari Ummu Athiyyah: “Mandikanlah putriku itu tiga kali, lima kali atau tujuh kali, lalu buatlah rambutnya berkepang tiga…
Dalam Mushannaf Abdurrazzaq diriwayatkan melalui sanad perawi tersebut dari Hafshah bahwa ia menceritakan: “Kamipun mengepangnya menjadi tiga, dua bagian sampingnya dan satu di depannya, sementara bagian belakangnya kami biarkan terurai.
Ibnu Daqiqil ‘Ied menjelaskan: “Dalam hadis itu ada anjuran bagi wanita untuk merias dan mengepang rambutnya.”
Adapun kebiasaan yang dilakukan sebagian wanita kaum muslimin di jaman ini yang membelah rambut dari samping, lalu menggelungnya di bagian belakang kepala, atau di bagian atas kepala sebagaimana yang dilakukan oleh wanita-wanita Eropa, maka itu tidak boleh karena menyerupai orang-orang kafir.”
Imam Dawud dan Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad kedua perawi itu dari ‘Abdullah bin ‘Umar –radhiyallāhu ‘anhumā– bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut..”
Hadis tersebut dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hafizh Al-Iraaqi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan: “Sanadnya bagus.” Sementara Ibnu Hajar Al-Asqalani berkomentar: “Sanadnya baik.”
Dari Abu Hurairah –radhiyallāhu ‘anhu– dalam sebuah hadis panjang menceritakan: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah kulihat: Segolongan orang yang membawa pecut seperti buntut-buntut sapi, yang mereka gunakan untuk memukuli manusia. Golongan kedua, kaum wanita yang berpakaian tapi telanjang, condong dan mencondongkan hati manusia, kepala mereka seperti punuk unta yang kurus. Mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, meskipun baunya itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian..’ ” Dikeluarkan oleh Muslim.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa arti “condong dan mencondongkan,” adalah menata rambut mereka dengan miring, tata rambut gaya pelacur, dan menyisirkan wanita lain dengan model semacam itu. Karena itu adalah model sisiran orang Eropa dan kalangan wanita muslimah yang mengikuti gaya hidup mereka.
(Fatwa Daarul Iftaa 1089- pada tanggal XVI: 4; 1388 H)

Dan itulah penjelasannya...
Baca lebih lengkap di SINI NIH


MENINGKAT RASA SYUKUR

Assalamu'alaikum...
http://3.bp.blogspot.com/-mgtEuU0OcOw/Vh-EQ0dM8tI/AAAAAAAABZw/74TA2GnxKdw/s1600/ya-Allah1.jpg
kali ini aku membahas sebuah topik, yang mungkin sering kita lakukan atau kita lupakan. mari kita selalu mengingat, dan mengamalkannya.
Bersyukur, itu topiknya... :))

Pasti (tiada keraguan), kalian pernah merasakan bebannya hidup, beratnya zaman, sulitnya ekonomi, de el el. Okay....! aku yakin semua orang pernah.. terus apa sih yang kalian lakukan untuk mengatasi semua itu? 
apa kalian sadar, mungkin itu diantara cobaan yang diberikan Allah kepada kita??

memang sulit, berat, dan yahhh...! itulah yang saya rasakan kali ini (sak-iki). tapi entahlah.. mindset saya tentang masalah kali ini adalah...........
"saya diuji atas rasa bersyukur saya terhadap-Nya"
dan, aku harus ngebalikin rasa bersyukur itu sedia kala.! dengan membaca berbagai aartikel, yang aku comot sekalian hehehe.... :D

Pertama,
Hatinya mengakui dan meyakini bahwa segala nikmat yang diperoleh itu berasal dari AllahTa’ala semata, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53)
Orang yang menisbatkan bahwa nikmat yang ia peroleh berasal dari Allah Ta’ala, ia adalah hamba yang bersyukur. Selain mengakui dan meyakini bahwa nikmat-nikmat itu berasal dari Allah Ta’ala hendaklah ia mencintai nikmat-nikmat yang ia peroleh.
Kedua,
Lisannya senantiasa mengucapkan kalimat Thayyibbah sebagai bentuk pujian terhadap Allah Ta’ala
Hamba yang bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah hamba yang bersyukur dengan lisannya. Allah sangat senang apabila dipuji oleh hamba-Nya. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji Allah Ta’ala.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (Qs. Adh Dhuha: 11)
Seorang hamba yang setelah makan mengucapkan rasa syukurnya dengan berdoa, maka ia telah bersyukur. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ . غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi no. 3458. Tirmidzi berkata, hadits ini adalah hadits hasan gharib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Terdapat pula dalam hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734).
Bahkan ketika tertimpa musibah atau melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, maka sebaiknya tetaplah kita memuji Allah.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ
قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.” (HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani)
Ketiga,
Menggunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala untuk beramal shalih
Sesungguhnya orang yang bersyukur kepada Allah Ta’ala akan menggunakan nikmat Allah untuk beramal shalih, tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Ia gunakan matanya untuk melihat hal yang baik, lisannya tidak untuk berkata kecuali yang baik, dan anggota badannya ia gunakan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.
Ketiga hal tersebut adalah kategori seorang hamba yang bersyukur yakni bersyukur dengan hati, lisan dan anggota badannya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamahrahimahullah, “Syukur (yang sebenarnya) adalah dengan hati, lisan dan anggota badan. (Minhajul Qosidin, hal. 305). Syukur dari hati dalam bentuk rasa cinta dan taubat yang disertai ketaatan. Adapun di lisan, syukur itu akan tampak dalam bentuk pujian dan sanjungan. Dan syukur juga akan muncul dalam bentuk ketaatan dan pengabdian oleh segenap anggota badan.” (Al Fawa’id, hal. 124-125)
JENG...JENG....
Pertama,
Hatinya mengakui dan meyakini bahwa segala nikmat yang diperoleh itu berasal dari AllahTa’ala semata, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53)
Orang yang menisbatkan bahwa nikmat yang ia peroleh berasal dari Allah Ta’ala, ia adalah hamba yang bersyukur. Selain mengakui dan meyakini bahwa nikmat-nikmat itu berasal dari Allah Ta’ala hendaklah ia mencintai nikmat-nikmat yang ia peroleh.

Kedua,
Lisannya senantiasa mengucapkan kalimat Thayyibbah sebagai bentuk pujian terhadap Allah Ta’ala
Hamba yang bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah hamba yang bersyukur dengan lisannya. Allah sangat senang apabila dipuji oleh hamba-Nya. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji Allah Ta’ala.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (Qs. Adh Dhuha: 11)
Seorang hamba yang setelah makan mengucapkan rasa syukurnya dengan berdoa, maka ia telah bersyukur. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ . غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi no. 3458. Tirmidzi berkata, hadits ini adalah hadits hasan gharib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Terdapat pula dalam hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734).
Bahkan ketika tertimpa musibah atau melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, maka sebaiknya tetaplah kita memuji Allah.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ
قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.” (HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani)

Ketiga,
Menggunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala untuk beramal shalih
Sesungguhnya orang yang bersyukur kepada Allah Ta’ala akan menggunakan nikmat Allah untuk beramal shalih, tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Ia gunakan matanya untuk melihat hal yang baik, lisannya tidak untuk berkata kecuali yang baik, dan anggota badannya ia gunakan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.
Ketiga hal tersebut adalah kategori seorang hamba yang bersyukur yakni bersyukur dengan hati, lisan dan anggota badannya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamahrahimahullah, “Syukur (yang sebenarnya) adalah dengan hati, lisan dan anggota badan. (Minhajul Qosidin, hal. 305). Syukur dari hati dalam bentuk rasa cinta dan taubat yang disertai ketaatan. Adapun di lisan, syukur itu akan tampak dalam bentuk pujian dan sanjungan. Dan syukur juga akan muncul dalam bentuk ketaatan dan pengabdian oleh segenap anggota badan.” (Al Fawa’id, hal. 124-125)

Hikmat Bersyukur 
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7).

Sumber : sini dan sini

Sunday, March 13, 2016

TIPS & TRIK MERANCANG PERPUSTAKAAN PRIBADI

5 TIPS MERANCANG PERPUSTAKAAN PRIBADI



Tips ini berguna seelum ada membuat perpustakaan pribadi di rumah ?:))


cekidot....


1. Cek kondisi pencahayaan

Untuk penerangan anda bisa menggunakan lampu yang diletakkan di bagian belakang ketika tengah membaca. Hal tersebut membuat Anda tak cepat lelah ketika membaca. Tempatkan juga lampu di lokasi yang membuat ruangan menjadi luas dan nyaman.


2. Cek sirkulasi udara

Perpustakaan pribadi yang nyaman harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Cara ini pula lah, yang akan menjamin kenyamanan Anda ketika berada di perpustakaan pribadi. Tentunya udara yang panas atau pengap tidak lah menjadikeinginan Anda saat membaca buku ataupun bersantai.



3. Perhatikan kelembapan buku
Dengan memberikan cela antara rak buku dan dinding bisa mempermudah Anda merawat dan menjaga kelembapan buku. Selain itu, Anda bisa menempatkan pendingin ruangan agar buku tetap terjaga kelembapannya.
Sumber: sheknows.comFoto: berbagai sumber


4. Perhatikan penataan buku
Salah satu cara agar nyaman saat membaca buku di perpustakan pribadi adalah penataan buku yang rapi. Maka dari itu tatalah buku di rak buku di tempat yang benar. Walaupun ruangan perpustakaan pribadi yang tak terlalu besar, Anda bisa ciptakan ruang yang telihat luas. Salah satunya dengan cara , meletekkan rak buku yang mungil dan bermuatan banyak. Buku harus menempel pada dinding dengan kerapatan yang cukup. Tujuannya, agar adanya udara yang mengalir di celah antara rak dan dinding.


5. Pilihlah konsep unik
Memiliki konsep baru tak harus disuatu ruangan khusus. Namun, Anda bisa menyatukan perpustakaan pribadi dengan ruangan lain. Memilih konsep unik ini bertujuan agar Anda tak merasa bosan ketika tengah membaca novel favorit. Selain itu, ruang perpustakaan pribadi ini akan menjadi ruangan yang akan sering Anda kunjungi bukan?


6. BUKU LANGKA
Kalau kamu punya buku-buku langka, atau buku yang enggak bisa di dapat di Indonesia, kamu tampilkan di depan. Atau paling enggak tempatkan di bagian yang paling mudah dilihat orang. Buku langka dan istimewa akan menjadi penarik perhatianmu untuk tertarik melihat-lihat rak buku dan mulai membaca. 

7. UBAH POSISI BUKU
Ubah posisi beberapa buku, ubah posisi rak atau lemari buku dan juga dekorasi ruangan secara berkala, agar kamu enggak bosan membaca di sana. 

SUMBER : SINI dan SINI


 

APASIH MANFAAT MEMBACA?

Assalamu'alaikum, 

sebenarnya ini postingan repost sih, tapi aku edit sedikit dikitlah. jadi kagak full repost 






Menurut kbbi : Melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati
Menurut saya, membaca bukanlah lagi hal yang asing bagi kita. Membaca merupakan hal dasar seseorang untuk bisa mendengar dan memahami berbagai macam tulisan, seperti kita membaca koran, novel, komik, ataupun lembaran kertas lainnya. Membaca bisa menjadi aktvitas luang dikala bosan, sambil menunggu sesuatu hal kita bisa membolak balik buku, tentunya dibaca ya bukan di balik balik aja hehe.


Membaca sangat bermanfaat bagi kita semua umur, tak terkecuali lansia ato balita--yaa Amaz seh kalo balita bisa baca :D--, jika kita mempunyai hal dasar dalam membaca, kita akan mampu menguasai dan lebih memahami materi bacaan yang kita baca tersebut. Hal lain jika kita mempunyai skill dalam membaca, kita bisa  memahami teks soal/wacana seperti kebanyakan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Lalu apa manfaat membaca bagi kita? Apakah penting membaca bagi kita? Simak artikel berikut ini!

Manfaat membaca:

1. Menambah Wawasan


Pastinya kalau kita membaca dan apapun bacaannya, jika kita mengambil sisi positif dari bacaan tersebut, yakinlah kita akan mendapatkan sedikit informasi/hal hal yang penting.  Jika kita sering membaca, kita akan terbiasa untuk mengambil informasi di dalam buku tersebut dan aktivitas ini akan menjadi kebiasaan yang bermanfaat. Selain itu membaca juga bisa mengasah otak dan meningkatkan konsentrasi.


2. Mengasah Kreativitas Pemahaman Kita



Kemampuan pemahaman kita akan teruji dalam membaca buku, jika kita sering dan terus menerus membaca buku, pemahaman kita terhadap bacaan akan juga terasah. Sering-sering membaca akan lebih baik.


3. Membuat Pergerakan Mata Kita Menjadi Lebih Lincah


Cobakan dalam membaca kamus atau ensiklopedia, untuk membaca kamus ataupun ensklopedia pergerakan mata kita harus lugas dan lincah, karena kita akan mencari kata atau kalimat yang kita inginkan. Pergerakan kiri dan kanan akan membuat mata kita lebih cepat terangsang dengan gerakan.


4. Melawan Rasa Jenuh


Seperti yang saya katakan di awal tadi, membaca bisa aktivitas dikala luang. Tentunya dengan membaca otak kita akan lebih fresh lagi, seperti membaca komik komedi yang jenaka membuat kita tidak jenuh lagi.



Mari ciptakan generasi Indonesia gemar membaca
REPOSTAN DI ATAS BERSUMBER DARI HERE
tapi kalo membaca entah itu ebook atau buku harus mematuhi aturan yaa.. agar mata & badan kita tetap sehat, dan tidak terganggu.. nantika tips&trik dari saya tentang aturan membaca :D

Sekian, wassalamu'alaikum

Sunday, March 6, 2016

5 Cara Hilangkan Ngantuk di Sekolah

Assalamu'alaikum..
aku repost ini karena sangat sering terjadi pada diriku. Ngantuk. (janmasakalah.. mesti ngantuk)

LANGSUNG SAJA....


Loopers, udah jam berapa ini? Kamu kok masih ngantuk aja sih. Nggak pengen kan telat berangkat ke sekolah cuma gara-gara ngantuk yang nggak hilang-hilang. Makanya yuk lakuin tips-tips dari Loop berikut ini

Cuci Muka Lagi

Ngantuk bisa bikin kamu terlambat berangkat ke Sekolah. Meskipun waktu mandi kamu udah cuci muka, kayaknya kamu perlu cuci muka lagi biar nggak ngantuk lagi. Air dingin yang membasuh mukamu bisa bikin kamu lebih rileks dan melek. Efek segarnya bisa bikin kamu lebih semangat dan nggak ngantuk lagi.

Tarik Napas Dalam-dalam

Loopers, menarik napas dalam-dalam bisa meningkatkan kadar oksigen dalam darahmu, sehingga kamu pun bisa lebih segar dan kembali fokus sama aktifitas yang kamu jalankan. Karena ngantuk bisa terjadi kalau oksigen yang mengalir ke otak jumlahnya sedikit. Kamu bisa menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya lewat mulut sebanyak 3 kali. Dijamin ngantukmu bisa hilang, loh.

Makan Permen Mint

Cobalah untuk mengunyah permen mint sepanjang perjalanan ke sekolah. Rasa mint ini bisa memberikan rasa segar dan bikin mood-mu jadi lebih baik. Jadi deh ngantuk yang semula menyerang bisa hilang gitu aja. Gimana kamu mau cobain?

Pijat Bagian Pelipis Mata

Sebenarnya ngantuk di pagi hari sering dirasakan oleh kebanyakan orang. Tapi, rasa ngantuk justru bisa bikin kamu terlambat berangkat ke sekolah. Kamu bisa nggak fokus buat ngelakuin aktivitasmu. Kalau udah gini, coba deh pijat bagian pelipis mata secara searah dengan alis mata. Tekan secara perlahan dan ulangi berkali-kali. Pijatan ini juga bisa meningkatkan stamina, loh.

Cari “Pemandangan Indah”

Mungkin ini adalah jurus terjitu buat mengatasi ngantuk waktu berangkat ke sekolah. Kamu bisa mencuci mata sambil lihat-lihat pemandangan indah di sekitarmu. Bukan berarti kamu harus cari pemandangan yang hijau-hijau ya Loopers.

sumber :  SINI
Sekian wasalamu'alaikum...