Friday, May 22, 2015

(BS) semi akhir darimu

tanpa sadar akhirnya aku menemukan duniamu
dunia; yang selama ini aku cari-cari
perlahan, aku membuka dan membacanya
akhirnya aku tahu, semua untukku itu hanya dusta

dan ternyata, cintamu itu masih sama
sama, seperti sebelum Ramadhan itu
sama, kepada orang itu juga
sama, tak ada perubahan yang ada
apa ini semua salahku?
apa semua ini dosaku?
TIDAK, ini bukan salah siapa
inilah tadir, yang menjadi tabir

kau datang kala itu, dan buatku yakin
sejak itu aku percaya semua itu takdir
dan takdir pula yang buat aku cinta kamu
tapi, kisah tak ingin kita jadi satu

kala itu aku sempat percaya,
percaya akan semua yang kau katakan nyata
tapi bodohnya aku, karena semua itu dusta
dan lebih bodoh aku, 'aku tetap mencintaimu'

kemarin, aku memandangimu begitu puas
tapi cintaku sudah tak begitu luas
akhirnya aku bisa bicara dengan tegas
semua kata aku ucap dengan lugas

"terima kasih karena telah mampir, dan pernah membuatku mencicipi cinta"
Teruntuk Ramadhanku




(BS) Tatapan darimu

aku masih bertanya pada tatapan mata
karena bibir ini tak mampu bicara
tubuh ini terbujur kaku, tak bisa berkutik
hidung ini hanya bisa menghembuskan nafas

tatapanmu buatku ekstra berfikir
berfikir tentang semua yang menjadi takdir
hati ini jadi hening, tanpa rasa
tanpa usaha untuk mendapatkan cinta

Jikapun tatapanmu memiliki arti
beri aku clue untuk mencarinya
kutuangkan diriku dalam sibuk
sibuk; mencari arti tatapan

apa itu akhir dari tatapanmu
mewakilli samua takdir yang pernah mampir
apa itu jawaban dari semua?
semua tanda tanya darimu, yang buatku percaya


"masih untuk seorang yang sama, yang datang pada bulan suci Ramadhan 2 tahun lalu"

Monday, May 11, 2015

(BS) Tentang mu

Bukan lagi khayalan nyata, tapi telah menjadi bunga tidurku.
"aku rebahan di perutmu"


Kini, kutahu lidahlah yang berkata
namun semuanya hanya sebatas Rangkaian kata
tak berarti apa-apa, tanpa kejujuran yang ada
hanya untuk kesenanganku semata
'semua itu hanyalah dusta'

     mimpiku kala itu menjadikanmu tokoh utama, aku berasa bahagia karena ada kamu dan orang tuaku. tanpa kutahui penyebab kau menjadi tamu dirumahku. rasa dag dig dug kala itu yang menemaniku. aku duduk dipojok diatas kursi kayu nan panjang dengan membaca buku. tiba-tiba kamu datang untuk menghamipiriku, dan duduk di lantai depan bawah dariku. akhirnya, aku ikut dibawah bersamamu. duduk berdua diruang keluarga. duduk santai yang kunamai dengan nama 'Lesehan'. kita membaca sebuah buku yang tak kuketahu judul dan isinya--(maklum dalam mimpi). dan kamu tiba tiba mengubah posisimu dari duduk dan menjadi rebahan, tanpa sadar akupun ikut rebahan. aku merebahkan tubuhku diatas perutmuu. kitapun tertidur pulas dengan buku yang masih ada ditangan kita masing-masing. dan beberapa selang waktu kemudian, terdengarlah suara sesosok ibu yang membuatmu terbangun, kaupun membangunkanku dengan kalimat "bangun... bangun... ada ibu". dengan segera akupun terbangun dan kembali perpura untuk membaca buku lagi, kamupun mengikutinya. Namun, sebatas itu mimpiku bersamamu, Sosok yang kusayangi.

akhir ini, selalu kamu dalam mimpiku
lewat mimpi aku bisa menatapmu
menciptakan segala rasa, dibalik kata'cinta'
waktu; mematahkan segala kisah kita

Aku terjebak dalam dusta kehingan
rasakan dalam diam, apa yang terjadi
aku ada dalam bayanganmu
aku ingin berkata tapi aku bisu
  "aku ingin mengaku. Aku mencintaimu."


Untuk apa cintaku sedalam ini?
Mengapa aku jatuh sejauh ini?
Bagaimana aku mencapai bahagia dalam cintamu?
Adakah rasa cinta yang sama?

Mungkinkah waktu berbaik hati padaku?
Bisakah waktu selalu berhenti pada kala itu?
Bisakah arlojiku berhenti berdetak pada kala itu?
'Sekali lagi, untuk selamanya seperti kala itu?'

Sunday, May 3, 2015

(BS) Kesediaan-ku

Kali ini aku menanti, di hadapan sebuah jalan nan sepi
Kali ini aku menunggu, menunggu di suatu tempat yang tak beruang tunggu
Kali ini aku berharap, keinginan yang tak pernah kuucap
Kali ini aku mencinta, sebuah cinta yang tiada duanya

Di tempat ini aku sendiri, hanya bersama Tuhan yang menemani
Aku percaya akan ada sebuah keajaiban dari do'a dan mimpi
Aku memiliki ambisi, untuk tak tak pernah lelah mencintai
Semua itu, ku iringi dengan usaha. pada akhirnya aku tetap memilih sembunyi

Cintaku yang dalam, hanya menjadi sebuah diam
aku memliki surat untukmu, tapi aku tahu tak kau baca
aku memiliki waktu untuk menunggu, tak untuk memandang
aku beerharap kau segera ingat pada janjimu di sebuah "Tulisan"

Aku percaya pada Tuhan, yang selalu mendengarkan
Aku percaya pada mimpi, yang tak akan berhenti
aku percaya pada Do'a, yang tiada hentinya
aku percaya pada cinta, yang hanya dimiliki cinta

"DULU, SEKARANG MASIH SAMA. AKU MENCINTAIMU"