Sunday, June 2, 2013

PERUBAHAN DAN HUBUNGAN MAKNA


A. Makna Denotasi
     Makna Denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus.
Contoh :
*       Adik makan nasi.(Makan artinya memasukkan
        sesuatu ke dalam mulut)

B. Makna Konotasi
    Kalau makna Denotasi adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan makna yang bukan sebenarnya dan merujuk pada hal yang lain. Terkadang banyak eksperts linguistik di Indonesia mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna kiasan, padahal makna kiasan itu adalah tipe makna figuratif, bukan makna konotasi.

Makna Konotasi tidak diketahui oleh semua orang atau dalam artian hanya digunakan oleh suatu komunitas tertentu. Misalnya Frase jam tangan.

(dikondisikan) Pak Slesh adalah seorang pegawai kantoran yang sangat tekun dan berdedikasi. Ia selalu disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Pada saat rapat kerja, salah satu kolega yang hadir melihat kinerja beliau dan kemudian berkata kepada sesama kolega yang lain "Jam tangan pak Slesh bagus yah".

Dalam ilustrasi diatas, frase jam tangan memiliki makna konotasi yang berarti sebenarnya disiplin. Namun makna ini hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja di kantoran atau semacamnya yang berpacu dengan waktu. Dalam contoh diatas, Jam Tangan memiliki Makna Konotasi Positif karena sifatnya memuji.

     Makna konotasi dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Konotasi positif  merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan.

2. Konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.

Perubahan Makna Kata
Kata-kata dalam bahasa Indonesia, baik kata asli bahasa asing maknanya ada yang mengalami perubahan.Perubahan makna kata tersebut terjadi sesuai dengan bergiliranya waktu yang dipengaruhi perkembangan budaya. Perubahn makna kata terjadi dengan proses yang bermacam-macam,yakni:  

 1. Perluasan (generalisasi),maksudnya kata-kata yang dulunya memiliki arti yang Terbatas kini cakupan maknanya jadi luas. Contohnya :
*   Ibu artinya wanita yang melahirkan kita,sekarang siapa
             saja perempuan yang agak tua dipanggil ibu.  

2. Penyempitan ( Spesialisasi ),yaitu kata yang dulunya memiliki makna luas sekarang maknanya menjadi sempit. Contohnya :
*   Pembantu artinya orang yang membantu orang lain.
 Sekarang pembantu adalah pembantu rumah tangga
             (babu).  

3. Peninggian (Amelioratif), pengertian kata yang baru dirasakan lebih baik dan enak didengar dibandingkan dengan kata yang lama. Contohnya:
*  busana lebih baik dari pakaian  

4. Penurunan ( peyoratif ), kata yang sekarang maknanya lebih rendah dari yang dulu. Contohnya:
*    Istri simpanan dulunya istri muda  

5. Pertukaran ( Sinestesia ), perubahan arti akibat pertukaran tanggapan antara dua inderayang berlain. Contoh:
*  Kata-kata yang diucapkannya menusuk hati,Gadis itu  
            berwajah manis.  



6. Persamaan ( Asosiasi ),yaitu perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat. Contoh:
*   Kios-kios disapu bersih oleh polisi pamong prajo. Anak
Yang macam-macam sikat saja biar aman.

*        Sinonim : kata-kata yang memiliki makna sama.
*        Antonim : kata-kata yang memliki makna berlawanan.
*    Homonim : kata yang punya lafal dan bentuk sama tapi  
     berbeda makna.
*    Homograf : kta yang punya tulisan sama, tapi beda makna  
  dan lafalnya.
*       Homofon : kata yang sama lafal, tapi tulisan dan maknanya berbeda.
*       Hiponim : adalah kata yang terangkum dalam makna yang lebih luas.
*       Polisemi : kata yang punya banyak makna tapi termasuk satu alur pusat.



Sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf, polisemi, hipernim, dan hiponim


1. Sinonim
    Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang   
    sama atau hampir sama. Contoh:
*   yang sama maknanya
                        sudah  -  telah
                      sebab  -  karena
                      amat    -  sangat
*   yang hampir sama maknanya
                     untuk – bagi – buat – guna
                     cinta – kasih – sayang
                     melihat – mengerling – menatap – menengok
2. Antonim
Antonim ialah kata-kata yang berlawanan maknanya/ oposisi.
Contoh:
*   besar   ><  kecil
*   ibu       ><  bapak
*   bertanya   >< menjawab

3.       Homonim
Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaannya sama, lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh:
bisa I      : racun
bisa II     : dapat
kopi I      : minuman
kopi II     : salinan
4.       Homograf
Homograf adalah dua kata atau lebih yang tulisannya sama, ucapannya berbeda, dan maknanya berbeda.
Contoh:
tahu        :  makanan
tahu        :  paham
teras       :  inti kayu
teras       :  bagian rumah
5.       Homofon
Homofon ialah dua kata atau lebih yang tulisannya berbeda, ucapannya sama, dan maknanya berbeda.
Contoh:
bang dengan bank
masa dengan massa
6.       Polisemi
Polisemi ialah suatu kata yang memilki makna banyak.
Contoh:
a.       Didik jatuh dari sepeda.
b.       Harga tembakau jatuh.
c.        Peringatan HUT RI ke-55 jatuh hari Minggu.
d.       Setiba di rumah dia jatuh sakit.
e.       Dia jatuh dalam ujiannya.
7. Hiponim
Hiponim ialah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinatnya/ hipernim (kelas atas).
Contoh: Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya. Hubungan mawar, melati, anggrek, dan flamboyan disebut kohiponim

8. Hipernim ( superordinat )
Hipernim ialah makna / atas ( bersifat vertical ) Contoh
*    Bunga, hewan, kendaraan, ikan, wana, media komukasi, sayur, buah, tanaman.
9. Ambigu ( Rancu )
Ambigu ( Rancu ) ialah Bermakna lebih dari satu. Bermakna ganda teksa. Contoh :
*    Ayah sudah pulang satu tahun yang lalu. ( Pulang = kembali ke suatu tempat / meninggal dunia )

Makna Idiomatis
Idiom ialah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan unsur makna yang membentuknya.
Contoh:
       (1) selaras dengan              (2) membanting tulang
                  Insaf akan                           bertekuk lutut
                  berbicara tentang                 mengadu domba

Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang,dengan kata-kata yang digabungkannya merupakan ungkapan tetap. Jadi, tidak tepat jika diubah atau digantikan, misalnya menjadi:
                                selaras tentang
                                insaf dengan
                                berbicara akan
Demikian pula contoh (2), idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah misalnya menjadi:
                                membanting kulit
                                bertekuk paha
                                mengadu kambing

PERIBAHASA
Peribahasa ialah suatu kiasan bahas yang berupa kalimat atu kelompok kata yang bersifat padat, ringkas dan berisi tentang norma, nilqai nasehat, perbandingan, perumpamaan prinsip dan aturan tingkah laku. Berikut ini adalah beberapa contoh peribahasa dengan artinya :
Peribahasa adalah bahasa bnerkias berupa kalimat atau kelompok kata yang tatap susunannya. Contoh :
1.  Air tenang menghanyutkan ( orang pendiam tetapi berilmu benyak)
2.  Bermain mair basah, bermain api hangus, bermain pisau luka ( Barang saipa yang melakukan pekerjaan yang berbahaya/ jahat, tentu akan kena akibatnya )


-WhellaND-